Sahabatnews.com-PALUTA Ketua Koperasi Barumun Agro Nusantara (BAN), Usman Hasibuan, mengajak seluruh anggota koperasi untuk bersatu dan siaga mempertahankan aset plasma seluas 47.000 hektare dari berbagai upaya pengambilalihan oleh pihak-pihak tertentu.
Ajakan tersebut disampaikan Usman saat memimpin Apel Siaga Anggota Plasma Koperasi BAN di Kebun PT Agrinas Palma Nusantara, Bukit Harapan II, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sabtu (27/12/2025).
Sekitar 2.000 anggota plasma dari dua kabupaten, yakni Paluta dan Padang Lawas (Palas), hadir dalam apel tersebut. Mereka berasal dari Kecamatan Simangambat, Ujung Batu, dan Huristak, sebagai wujud solidaritas dan kesiapsiagaan menjaga hak masyarakat.

Solidaritas Kuat Pengurus, DPRD, Tokoh Masyarakat hingga Mahasiswa
Apel siaga ini turut dihadiri jajaran pengurus Koperasi BAN, antara lain Sekretaris Umum Sutan AS Hasibuan, Bendahara Umum Raitan Siregar, Ketua Dewan Pengawas Safaruddin Siregar, serta Penasihat Muhammad Awal Hasibuan.
Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Paluta juga tampak hadir, di antaranya Panggana Siregar (Wakil Ketua Koperasi BAN), Muhammad Akhiruddin Ritonga (Wakil Sekretaris Pengawas), dan Hafrino Nagasakti Harahap (Wakil Pembina).
Hadir pula tokoh masyarakat dan akademisi seperti Dr. Mangaraja Halongonan Harahap, A. Sandri Nasution, Parlaungan Siregar, Borkat Hasibuan, Dahrol Ashad Hasibuan, dan Tuan Syekh Abbas Siregar.
Dari unsur advokasi, hadir Tongku Solah Daulay, Sahmar Hasibuan, dan Ahmad Fadli Hasibuan, bersama para kepala desa, tokoh agama, serta tokoh adat dari tiga kecamatan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan kuat dari kalangan pemuda dan mahasiswa, di antaranya Rahmat Husein Rambe (Ketua Perhimpunan Pemuda dan Mahasiswa Paluta), Pebriansyah Nasution (Ketua SEMMI Paluta), serta aktivis mahasiswa nasional asal Simangambat, Lukmanul Hakim Siregar (HMI).
Usman Hasibuan: Aset Plasma Milik Anggota, Bukan Pribadi Ketua
Dalam amanatnya, Usman menegaskan bahwa aset plasma tersebut bukan milik pribadi pengurus, melainkan hak kolektif masyarakat anggota Koperasi BAN.
“Ini adalah aset masyarakat, bukan aset pribadi saya sebagai ketua. Ini hasil perjuangan panjang sejak krisis ekonomi 1998,” tegas Usman.
Ia mengingatkan, jika lahan plasma itu dulu dijual, masyarakat tidak akan menikmati manfaat ekonomi seperti yang dirasakan saat ini.
“Kita tidak ingin menjual aset ini. Ini hak bapak-bapak dan saudara-saudara semua. Harus diyakini bahwa ini adalah aset bersama,” ujarnya.
Usman juga mengimbau seluruh anggota agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dinilai mengganggu keberlangsungan koperasi.
Kerja Sama dengan Agrinas dan Program Sertifikat hingga Replanting
Dalam kesempatan tersebut, Usman memaparkan rencana Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelola kebun plasma secara mandiri agar menjadi plasma aktif.
Selain itu, Koperasi BAN tengah mengupayakan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) bagi anggota. Dari kepemilikan SHM tersebut, koperasi akan mengusulkan program peremajaan (replanting) kebun kepada pemerintah.
“Kami tidak pernah menolak kerja sama. Justru pihak lain yang menolak kami. Setelah lebih dari 20 tahun, cita-cita berada di bawah naungan BUMN akhirnya terwujud,” kata Usman disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga membuka ruang kritik terhadap kepengurusan koperasi selama disampaikan secara bertanggung jawab.
“Saya tidak mengharapkan pujian. Sepanjang bisa dipertanggungjawabkan, silakan dikritik. Ini kerja keras kita bersama,” ujar mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa IAIN periode 1995–1997 tersebut.
Respons atas Penolakan dan Upaya Konsolidasi Internal
Apel siaga ini digelar sebagai respons atas penolakan sebagian kelompok yang merujuk pada dokumen yang diklaim telah batal dan berkekuatan hukum tetap.
Menanggapi hal itu, tim konsolidasi Koperasi BAN telah melakukan sosialisasi dan verifikasi ulang ke setiap desa melalui ketua kelompok dan kepala desa untuk memastikan data anggota plasma.
Koperasi juga mencatat adanya puluhan orang yang dinilai mengganggu aktivitas di lahan plasma seluas 47.000 hektare tersebut.
“Dengan apel siaga ini, kami berharap seluruh anggota bersatu mempertahankan aset plasma dan memastikan keberlanjutan pendapatan masyarakat,” pungkas Usman.
Penyaluran Hasil Plasma Sudah Berjalan
Sebagai informasi, sejak awal November 2025, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) telah menyalurkan hasil plasma kepada masyarakat di tiga kecamatan di Paluta dan Palas.
Penyaluran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening penerima melalui Koperasi BAN yang dipimpin Usman Hasibuan dengan Sekretaris Ahmad Sayuti Hasibuan.
Namun sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang mewakili warga di luar Koperasi BAN sempat menggelar aksi penolakan terhadap mekanisme penyaluran tersebut.
Apel siaga ini menjadi langkah strategis Koperasi BAN untuk konsolidasi internal, memperkuat solidaritas, dan menjaga aset plasma dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.




























































