Sahabatnews.com-Aceh Tamiang Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS (GERMANAS) berkolaborasi dengan Tim Volunteer Medan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Masyarakat Desa Aras Sembilan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud konkret kehadiran mahasiswa dan relawan di tengah masyarakat pe yang masih bergulat dengan keterbatasan sosial dan ekonomi di tengah bencana alam banjir bandang dan longsor yang telah terjadi.
Bantuan berupa kebutuhan pokok diserahkan secara langsung kepada warga untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh masyarakat setempat, yang selama ini berharap perhatian dan keberpihakan nyata terhadap kondisi kehidupan mereka tidak berhenti pada wacana semata.
Perwakilan Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS menegaskan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran moral mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
“Mahasiswa tidak boleh hanya lantang di ruang diskusi, tetapi juga harus hadir di ruang penderitaan. Apa yang kami lakukan hari ini mungkin sederhana, namun kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa masih berpihak, masih peduli, dan masih mau berjalan bersama rakyat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan kemanusiaan ini bukan agenda seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan GERMANAS untuk merawat nurani sosial mahasiswa.
“Bantuan ini tidak menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi menjadi penanda bahwa jeritan masyarakat tidak kami abaikan. Ini adalah panggilan kemanusiaan yang harus terus dijawab dengan aksi nyata,” (Nasmaul – Sekretaris Umum).
Sementara itu, perwakilan Tim Volunteer Medan menyampaikan bahwa kolaborasi lintas elemen seperti ini menjadi kunci untuk menjangkau wilayah-wilayah yang kerap terpinggirkan dari perhatian.
“Kami datang bukan sebagai penyelamat, tetapi sebagai saudara. Kami ingin masyarakat Desa Aras Sembilan tahu bahwa mereka tidak sendiri. Solidaritas adalah kekuatan utama, dan kolaborasi dengan mahasiswa memperkuat langkah kami dalam menembus keterbatasan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa gerakan relawan sejatinya berangkat dari empati dan keberanian untuk hadir di lokasi yang sering luput dari sorotan.
“Selama masih ada ketimpangan dan keterasingan sosial, maka relawan dan mahasiswa harus terus bergerak. Ini bukan akhir, tetapi awal dari kepedulian yang lebih luas,” (Mayang M.C. Bahari).
Melalui kegiatan ini, Gerakan Mahasiswa IKAPPENAS dan Tim Volunteer Medan berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat aktif dalam gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan daerah yang masih tertinggal dari arus pembangunan.(NH)
✍️ Pewarta: TN
✍️ Editor: Admin





























































