Sahabatnews.com- Medan | Senin, 18 Agustus 2025 — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membidik lingkaran keluarga Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Dua sepupunya, Dedi Iskandar Rangkuti alias Dedy Rangkuti dan Ricky Rizali Rangkuti, disebut turut bermain dalam pengelolaan proyek bernilai besar di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut.
Dedi, yang kini berusia sekitar 35 tahun, dikenal sebagai pengusaha konstruksi lewat PT Nasrita Surya Abadi. Ia sudah diperiksa KPK terkait kasus korupsi proyek jalan yang menyeret mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting. Adapun Ricky, abangnya, hingga kini belum dipanggil penyidik.
Dekat dengan Bobby, Disegani di Pemprovsu
Dedi bukan sosok asing di kalangan kontraktor. Ia adalah putra dari Erzalina Nasution, kakak kandung almarhum Erwin Nasution — ayah Bobby. Kedekatan keluarga inilah yang membuat Dedi disegani pejabat Pemprovsu.
Informasi yang beredar menyebut Dedi tak sekadar pengusaha, melainkan juga pengatur proyek. Ia diduga ikut mengatur aliran fee sebesar 20 persen dari setiap kontraktor yang menang tender. Dana suap itu disebut mengalir ke sejumlah pejabat, termasuk kantong pribadi Dedi.
Hidup Mewah, Kini Menghilang
Pantauan wartawan di rumah Dedi di Jalan Eka Suka, Medan Johor, menunjukkan kediaman mewah itu tertutup rapat. Mobil-mobil mewahnya — mulai dari Land Cruiser, Mini Cooper, hingga Fortuner — tak lagi terlihat di halaman. Para tetangga menyebut sejak diperiksa KPK, Dedi jarang muncul.
Perubahan gaya hidupnya disebut mulai mencolok sejak Bobby menjabat Wali Kota Medan, hingga kemudian naik menjadi Gubernur Sumut.
Bobby Lover, Komunitas Pendukung yang Jadi Makelar Proyek
Bersama sang abang, Ricky Rizali, Dedi dikenal sebagai penggagas komunitas Bobby Lover, kelompok anak muda yang mendukung kampanye Bobby di Pilkada Medan 2020 hingga Pilgub 2024.
Komunitas ini awalnya bergerak sebagai tim pemenangan, namun belakangan berubah menjadi pengendali proyek-proyek APBD di Medan hingga provinsi. Di Kabupaten Deli Serdang, Bobby Lover bahkan dijuluki “penentu tender”, dengan fee mencapai 22 persen dari nilai proyek.
Meski begitu, pengurus Bobby Lover membantah tudingan tersebut. “Kami tidak pernah membawa bendera Bobby Lover untuk mengelola proyek,” ujar Bendahara Bobby Lover Deli Serdang, Dedi Siswanto, kepada wartawan.
Jaringan Politik dan Aliran Dana ke Kampus
Informasi lain menyebut Dedi juga menjalin hubungan erat dengan Topan Ginting untuk mengalirkan dana ke Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Rektor Muryanto Amin. Aliran dana ini diduga terkait strategi memperkuat basis politik Bobby di kampus.
Fakta tersebut membuat KPK memeriksa Muryanto Amin bersamaan dengan Dedi. Namun hingga kini, Bobby sendiri belum tersentuh pemeriksaan.
Bobby Santai Menanggapi
Menanggapi isu keterlibatan sepupunya, Bobby hanya memberi jawaban singkat.
“Kalau ada yang seperti itu, silakan aparat hukum bertindak,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumut.
KPK Mulai Menyentuh Lingkaran Dalam
Meski belum jelas apakah Bobby akan ikut diperiksa, langkah KPK memanggil kerabat dekatnya dipandang sebagai sinyal serius. Pemeriksaan terhadap Dedi dinilai membuka jalan untuk menyingkap jaringan lebih besar dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Sumut.
Publik kini menanti apakah KPK berani menindaklanjuti temuan ini hingga ke aktor-aktor utama yang disebut terlibat dalam praktik “jual beli proyek” di lingkungan Pemprovsu.
Pewarta: TN
Editor: Admin



























































