Sahabatnews.com-Medan|Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Asia Tenggara (ASEAN) Pimpinan Abuya syekh H Amran Waly Al khalidy, kembali menggelar Muzakarah alim ulama Asia Tenggara ke-10 di Kota Padang, Sumatera Barat, dari tanggal 17 hingga 19 September 2024, berlangsung lancar, aman dan kondusif.
Ketua Rombongan MPTTI asal Aceh, yang juga sebagai Panitia Kegiatan Muzakarah Ulama Asean Ke 10 Mayor TNI (Purn) Ilyas Thaib mengatakan saat di hubungi wartawan, mengatakan muzakarah yang berlangsung selama tiga hari itu mengusung tema “Tauhid Tasawuf dan Ke-shufian Mengangkat Akhlak Mulia Dalam Kehidupan dan Berma’rifat Dengan Tauhid Hakiki Untuk Hilangkan Aniyah dan Wujud Diri”.
“Kegiatan ini dibuka oleh Kemenag Provinsi Sumatera Barat. Muzakarah Ulama sufi ke-10 itu dihadiri ulama pemateri dari dalam dan luar negri, seperti ulama shufi dari Syiria Muhyiddin Al-Dimasyiqi, Baba Rusli Jamaluddin Al-Banjari ulama shufi asal Malaysia, Syekh Dr Lukman Yusof Usman asal Singapura, Abi Razali Daud dari Malaysia, dan pakar Tasawuf asal Malaysia Ustad Abdullah A. Mutalib, dan ulama nusantara syekh Dr Rohimuddin nawawi al bantani Banten, KH Zein Zarnuji, Prof Dr Kiyai Rubaidi MAg, dari Surabaya, Buya H Anshari Al Makassari Sulawesi, Ustaz DR H. Hamdan Ladiku M.ag Gorontalo,
Prof DR Buya buya H salmadanis dan Buya DR H. Japeri Jarab
Sumbar dan sejumlah ulama tarekat serta dewan pakar tasawwuf sufi baik dari Aceh dan dari berbagai penjuru nusantara,”ujar Ilyas Thalib kepada wartawan lewat telepon, Sabtu (21/9).
Kegiatan muzakarah Asean ke 10 tersebut di ketuai oleh DR H Endrizal juga sebagai Gubernur MPTTI Sumbar, mengatakan bahwa kegiatan ini di dukung Pemerintah Provinsi Sumbar dan telah mendapatkan surat ijin dari Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam ) Mabes Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono M.Si yang dikeluarkan pada 5 september 2024. Kemudian surat ijin kegiatan muzakarah dikeluarkan oleh Kemenag Provinsi Sumbar dan serta surat MUI Kota padang.
Lanjut Ilyas Thalib, mengucapkan ribuan terima kasih terutama kepada Abuya Syekh Amran wWaly Al Khalidy sebagai murabbi MPTTI Asia Tenggara telah memilih sumbar menjadi tuan rumah Muzakarah Ulama Sufi Asean ke 10 di sumatra barat, dan berharap kedepan dibuat lebih meriah agar syiar Islam melalui kegiatan ini kita dapat menimba ilmu dan menjalin hubungan silaturahmi, mempererat tali persaudaraan dan berkasih sayang dalam mewujudkan islam yang rahmatan lil alamin.
Hadir juga perwakilan dari Forkopimda Sumbar dan kota padang juga Ketua MUI serta Pejabat Kemenag Kota Padang, para pimpinan ormas tokoh-tokoh masyarakat, pejabat TNI/Polri, dan juga turut serta hadir dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut Ketua PB MPTTI Indonesia Abi Sahal Tastari Waly MM, Wali Naggroe DKi Jakarta Tgk H. Khairunnas, Ustaz Buya Mashuri Wali nanggroe Sumbar dan Seluruh Wali Naggroe Gubernur MPTTI di semua Wilayah dan daerah.
Ketua PB MPTTI Abi sahal menyampaikan Ucapan terima kasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah turut membantu mempersiapkan pelaksanaan kegiatan Muzakarah Ulama Tauhid Shufi ke-10 ini “Terkhusus kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemko kota padang dan kepada seluruh jamaah dan simpatisan MPTTI Sumatra barat atas dukungan dan partisipasinya agar kegiatan tersebut dapat terlaksana tanpa kendala apapun, kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” ucapnya.
Resolusi Serta Rekomendasi Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi Asia Tenggara Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I)
Selama berlangsungnya Mudzakarah Ulama Tauhid Sufi se Asia Tenggara ke 10 tersebut melahirkan beberapa pokok resolusi dan rekomendasi dalam menyikapi persoalan sosial, keagamaan, serta dinamika politik kebangsaan Indonesia sebagai berikut:
- Hakekat Pancasila sebagai azas sekaligus ideologi bangsa dan negara Republik Indonesia merupakan hasil ijtihad politik para ulama maupun tokoh pendiri bangsa merupakan bentuk kompromi ideal bagi segenap bangsa Indonesia dan tidak seharusnya dipertentangkan dengan Islam sebagai agama atau aqidah tauhid umat Islam.
- Pancasila terutama sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa secara subtansi (hakekat) mencerminkan ajaran tauhid kesufian yakni meyakini sekaligus meletakkan Allah, Tuhan Yang Maha Esa di atas segala-galanya. Kelima sila dalam Pancasila bersumber dari ajaran Islam baik dalam al-Qur’an maupun Hadist Nabi Muhammad SAW.
- Persoalan bangsa akhir-akhir ini lebih dikarenakan karena kurangnya pemahaman maupun pengamalan terhadap nilai-nilai Pancasila oleh para pemangku pemerintahan maupun umat Islam di Indonesia menurut sudut pandang syariat, iman/tarekat, lebih-lebih ajaran ihsan/hakekat.
- Para penyelenggara negara, baik birokrat, politisi, TNI/Polri, maupun segenap warga negara diserukan untuk menegakkan Pancasila dengan menegakkan ajaran syariat Islam yang baik, iman/tarekat yang baik, dan ihsan/hakekat secara baik pula.
- Pengamalan syariat bentuknya berupa amalan yang shaleh, iman/tarekat berupa beraqidah dalam memperbaiki nafsu dan akhlak mulia, sedangkan ihsan/hakekat berupa penyaksian keberadaan Allah dalam sifat dan dzat-NYA dan tidak lagi terlihat beradaan dirinya serta alam semesta kecuali yang dilihat hanya Allah semata.
- Bangsa dan negara Indonesia akhirnya akan menjadi bangsa besar yang disegani dunia manakala antara umara, ulama, serta umat Islam benar-benar menjalankan prinsip ajaran Islam melalui syariat, tarekat/iman, lebih ajaran ihsan/hakekat atau tauhid kesufian.
Padang, 19 September 2024
- Abuya Syekh Haji Amran Wali Al Khalidi
- KH. Muhammad Zein Djarnudji
- Syekh Rohimuddin Nawawi Ala Bantani
- Syekh DR. Lukman Yusof Osman
- Syekh Muhyeeddin Al Dimasuqi
- Prof. DR. H. Salmadanis, MA
7 Prof. Dr. Rubaidi, MAg
8 Prof. DR. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd
9 H. Edy Oktafiandi. S.Ag. M.Pd
10 Baba Rusli Jamaludin Al-Banjari
11 DR. H. Japeri Jarab. MM
12 Abi H. Razali Daud
13 Ustadh Abdullah Bin A. Mutalib
14 DR. H. Endrizal, SE, M.SH (AS)
Penulis : AS
Editor : Admin1





























































