Sahabatnews.com-Medan | Perhelatan suksesi calon Rektor UIN SU kian semarak. Hadirnya calon rektor yang berusia muda, menandakan proses regenerasi kepemimpinan di UIN SU berjalan baik.
Salah satunya Prof Dr Candra Wijaya, M.Pd. Alumni Fakultas Tarbiyah ini bertekad ingin membawa perubahan dalam hal tata kelola UIN SU menjadi lebih baik kedepannya. Untuk itu diperlukan sinergisitas bersama seluruh unsur civitas akademika UIN SU, untuk bersama dan berkomitmen meningkatkan kualitas akademik, kualitas sumber daya dosen dan mahasiswanya.
“Pertama, saya tidak berlebihan bahwa tidak ada kesamaan dengan pendaftar lainnya bahwa saya tumbuh, berkembang dan menjadi seperti hari ini adalah berasal dari dapur yang sama IAIN Sumatera Utara yang bertransformasi menjadi UIN Sumatera Utara Medan. Sehingga dengan alas dasar itu saya dituntut untuk melakukan kegiatan yang nyata dalam menyatukan hal-hal penting dalam mengembangkan kampus yang kita cintai ini”,ujar Prof Candra di sela-sela pendaftaran, Senin (30/1).
Lebih jauh dikemukan Prof Candra bahwa secara administratif dirinya memenuhi kriteria yang diperlukan dari panitia dan kelengkapan administrasi, bahwa UIN Sumatera Utara sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi keagamaan Islam Negeri yang berada dalam naungan Kementerian Agama itu sebenarnya secara visi pendidikan nasional di 2030 itu punya mandat yang cukup berat.
“Pertama adalah mampu menciptakan warga masyarakat Indonesia ini sebagai masyarakat yang maju, cerdas, mandiri dan sejahtera. Yang kedua bahwa UIN SU dalam arus perubahannya itu juga cukup signifikan. Ada peningkatan di sana di sini sehingga pada akhirnya UIN Sumatera Utara menjadi kampus yang posisinya sama tegak dan sama rendah ketika duduk”,ujar Pakar Manajemen Pendidikan Islam ini.
Untuk itu sambungnya kira meskipun dalam cakupan yang cukup luas jadi UIN Sumatera Utara yang dihadapkan pada berbagai problem internal dan eksternal. Sebagaimana diketahui problem internal yang dihadapi UIN SU hari ini adalah kita belum dapat sepenuhnya bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap semakin besar tuntutan posisi status perubahan kita dari layanan umum terutama kepada mahasiswa dari segi sarana dan prasarana dengan baik.
“Hal inilah perlu diselesaikan dengan cepat karena apa UIN Sumatera Utara adalah salah satu kampus yang strategis terhadap peningkatan kualitas umat Sumut”, ujarnya
Secara eksternal, tuntutan mutu menjadi prioritas semua Penguruan Tinggi. Untuk itu regulasi yang begitu banyak diemban oleh UIN SU sebenarnya mendorong UIN SU berbenah dan memperbaiki citra diri dan untuk kemudian bisa sama-sama punya tanggung jawab yang sama untuk itu,
“Untuk itulah penghargaan atas usaha para senior atau rektor terdahulu kita yang sebelumnya membawa UIN SU pada masa yang seperti ini dan saya yakin bahwa organisasi yang hidup dan berkembang adalah organisasi yang senantiasa memunculkan ide-ide dan gagasan baru untuk mencapai kemajuan bagi kemajuan lembaga”,, tambah alumni PGA Medan ini.
Visi yang saya usung dalam pengembangan UIN SU adalah menjadi universitas terkemuka, kompetitif, berkarakter dalam penyelenggaraan Tri Dharma perguruan tinggi 2030.
“Terkait citra diri bahwa saya mengusung tiga program. Pertama adalah transformasi kelembagaan, kedua transformasi tata kelola dan yang ketiga transformasi kultural”,ungkapnya tegas
Selanjutnya disampaikan bahwa memperbaiki citra kelembagaan bergandengan tangan untuk menciptakan sebuah ekosistem kampus yang ramah, kampus yang harmoni, kampus yang bisa kondusif, kampus yang bisa saling bantu membantu secara bersama-sama mewujudkan kampus yang terpecaya, kompetitif dan bergandengan tangan.
“Secara parsial, mahasiswa kita berdasarkan berita-berita yang saya terima itu banyak punya kualitas yang sampai pada Kancah internasional. Tetapi secara komunal, kita sama-sama bahwa UIN SU membuat tradisi dan menciptakan pemikiran sama-sama untuk berpikir untuk mutu, untuk bersikap mutu dan untuk berperilaku mutu”Dengan cara ini ketika semua ada di universitas bicara mutu pastinya bisa secara kolektif dan menyeluruh. Persoalan sekarang kita sama-sama berbicara mutu dengan menyamakan persepsi dengan langkah-langkah strategis yang nantinya menyamakan visinya.
“Kualitas mutu bersumber dari pengelolaan dan saya yakin skema itu merupakan dasar pengembangan UIN SU kedepannya”, ujarnya
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin1




























































