Sahabatnews.com-Medan Pembunuhan terjadi di Jl. Pasar Besar Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Rabu (23/7). diduga pelaku adalah seorang oknum bintara TNI. Korban berinisial AGY tewas akibat tikaman sangkur yang merupakan istrinya sendiri.
Menurut keterangan dari kerabat korban yang enggan disebutkan namanya, kejadian memilukan ini terjadi di kediaman korban dan pelaku. Mereka diketahui telah menikah dan memiliki empat orang anak.
“Pelaku membunuh kakak ipar saya ini menggunakan sangkur dan korban mengalami luka sayat di bagian tangan, luka bacok di kepala dua, hulu hati satu tusukan, perut dua tusukan, dan pinggang dua tusukan. Ini infonya pelaku sudah ditangkap di Bandara KNIA Medan,” ungkapnya saat ditemui di RSUD Djoelham.
Setelah kejadian, pelaku sempat mencoba kabur, namun informasi terakhir menyebutkan bahwa ia telah berhasil diamankan di Bandara Kualanamu Internasional (KNIA), Medan. Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait motif pasti pelaku melakukan aksi brutal tersebut.
Pantauan wartawan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah prajurit dari Kodim 0203/BNJ Langkat terlihat berjaga-jaga di RSUD dr Djoelham Binjai. Proses identifikasi jenazah korban masih berlangsung di ruang forensik, dan suasana rumah sakit tampak dijaga ketat.
Rencananya, korban akan dimakamkan di kediaman orang tuanya yang berada di KM 18, Kecamatan Binjai Timur.
Kejadian ini menyita perhatian publik dan menjadi sorotan serius, mengingat keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan rumah tangga yang berujung hilangnya nyawa. Pihak berwenang diharapkan segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat ketika dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa tersebut namun belum bisa memberi penjelasan secara rinci.
“Memang ada peristiwa pembunuhan tersebut namun saya belum mendapat datanya secara rinci karena anggota masih di lokasi kejadian,” sebut Kapolsek.
Pasca pembunuhan tersebut, rumah yang selama ini dihuni korban dan suaminya itu masih dijaga ketat oleh Polisi Militer dan pihak Kepolisian.
Sementara itu, Kapendam I/BB Kolonel Asrul Kurniawan Harahap ketika dikonfirmasi waspada.id via telefon seluler terkait peristiwa tersebut belum memberikan jawaban, bahkan dikonfirmasi via whatsApp hingga Rabu (23/7) pukul 14:16 belum memberikan jawaban konfirmasi.
Penulis : Rils
Editor : Admin1


























































