Sahabatnews.com-Medan| Modernitas Perkotaan seringkali mengundang siapa saja untuk melakukan urbanisasi, dengan harapan adanya perubahan hidup di Kota. Terkadang pemikiran inilah yang sering dan selalu terbersit di pikiran banyak orang, bahwa kehidupan di Kota menjanjikan dan peluang kerjanya terbuka.
Alasan inilah yang acapkali orang berbondong-bondong melakukan urbanisasi ke kota dengan alasan diatas, tanpa ada keahlian yang di milikinya.
Hal ini juga yang selalu menjadi problem pemerintah, terutama dalam penyediaan dan memberikan pelayanan dasar berupa pamgan, sandang dan asrama tempat tinggal Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), banyak kegiatan yang secara insidentil dilaksanakan di UPTD. Memberikan bimbingan mental, fisik dan spiritual menjadi kerja harian pimpinan dan pekerja sosial di panti.
Hari ini Jumat, (27/9) agak berbeda. Setelah apel pagi dan senam kebugaran, warga PPKS diarahkan ke masjid yang berada di lingkungan UPTD. Setelah diamati, ternyata akan dilaksanakan akad nikah warga binaan atas nama Yudiyanto dan Cindy Patmi Sari Saragih. Kedua warga ini tidak lagi dipedulikan keluarga masing-masing, sehingga tinggal di jalanan. Saat Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sosial Kota Medan dan Satpol PP melakukan penertiban, keduanya tertangkap.
Memang sebelumnya, ada juga warga PPKS lain yang dinikahkan atas nama Rianto dan Novita Sari masing-masing warga PPKS yang berasal dari Jember Jawa Timur dan Medan Tembung.
Walaupun dengan prosesi pernikahan yang sederhana, kedua pasangan ini mendapat dukungan dari warga PPKS lainnya. Terlihat makanan dari dapur umum diselingi gorengan ubi dan kue buatan warga.
Kepala UPTD PS Gelandangan dan Pengemis Iskandar S Rambe menyatakan bahwa pernikahan ini harus dilaksanakan agar tidak terjebak dalam kehidupan liar seperti orang di jalanan.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Armansyah Harahap menyatakan agar selanjutnya warga bersangkutan lebih fokus memperbaiki kehidupan, mindset dan mengikuti berbagai pelatihan sebagai lifeskill agar mampu hidup mandiri setelah keluar dari panti.
“Mereka juga warga negara yang mempunyai masa depan baik jika mau dibina di dalam panti,” Pungkas Arman.
Penulis : AS
Editor : Admin1



























































