Beranda HUKUM Kemenagsu dan Ulama Sumut “Muzakarah” Hukum Pertanahan dan Wakaf

Kemenagsu dan Ulama Sumut “Muzakarah” Hukum Pertanahan dan Wakaf

106
0

Sahabatnews.com-Medan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Drs. H. Syahrul Wirda, MM menjadi narasumber pada kegiatan Muzakakarah Hukum Pertanahan dan Wakaf yang diselenggarakan Bidang/Komisi Hukum, HAM, dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara di Aula Kantor MUI Sumut, Selasa (28/9).

Dalam penyampaiannya, Kakanwil Kemenagsu mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan UU No.41 Tahun 2004 tentang Wakaf serta peraturan lainnya adalah bukti keseriusan pemerintah untuk mengelola wakaf dengan baik. Maka keseriusan dalam menjalankan aturan yang sekarang menjadi prioritas utama, baik secara undang-undang maupun pelaksanaannya secara agama melalui ilmu syar’i.

“Masalah tanah wakaf merupakan investasi umat. Akan menjadi pahala saat tanah tersebut dimanfaatkan oleh manusia untuk kemaslahatan umat, berdasarkan syariat. Tentu fakta di lapangan ada banyak problem terutama pada sisi teknisnya. Untuk itu, diperlukan keseriusan seluruh pihak agar pengelolaan wakaf dilakukan sebaik mungkin sehingga problematika yang ada bisa diselesaikan dengan seksama,” kata Kakanwil.

Kakanwil Kemenagsu juga mengatakan bahwa Allah tidak menciptakan tanah yang baru. Sejak dulu, tanah bersifat statis. Maka semakin hari, akan semakin mahal. Maka itu yang menimbulkan gesekan ditambah lagi adanya oknum-oknum yang punya kesempatan untuk mengambilnya. Maka penting menurut Kakanwil untuk menyelamatkan wakaf tersebut.

Kakanwil Kemenagsu juga menerangkan tentang pentingnya mengembalikan fungsi Nazhir sebagaimana mestinya. Karena menurut Kakanwil saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui fungsi Nazhir dalam sebuah kelembagaan.

“Nazhir menurut UU adalah pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya. Maka perlu untuk kita bersama-sama memahami bahwa peran Nazhir bukan dalam skala kecil yang kita ketahui saat ini. Tentu fungsi dan peranannya lebih besar karena yang mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf. Maka dari itu, mari sama-sama kita kembalikan fungsinya dan memilih nazhir yang punya keahlian dan bisa menjaga wakaf dari tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab yang mencoba mempermasalahkannya,” tambah Kakanwil.

Kakanwil Kemenagsu berharap melalui muzakarah ini peserta dapat meningkatkan pemahamannya terkait wakaf dan juga dapat bekerja sama dengan seluruh pihak untuk mendata tanah wakafnya di masing-masing daerah, menyusun dan menyelesaikan surat-surat yang dibutuhkan, serta mengelola wakaf dengan baik.

Hadir dalam Muzakarah Ketua Badan Wakaf Indonesia Provinsi Sumatera Utara Drs. H. Syariful Mahya Bandar, M.AP dan perwakilan Kanwil BPN Provinsi Sumatera utara Suyono yang menjadi narasumber.Hadir juga mendampingi Kakanwil Kemenagsu Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat & Wakaf H. Abdul Azhim, S.Pd.I, MA dan Kasubbag Umum dan Humas Drs. H. Muhammad Yunus, MA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here