Sahabatnews.com-Medan Transformasi digital dinilai menjadi kunci bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat meningkatkan kinerja bisnisnya, ini selaras dengan semakin meningkatnya jangkauan pasar pelaku UMKM.
Dalam riset bertajuk “Menciptakan Pertumbuhan Inklusif Melalui Digitalisasi UMKM di Indonesia” yang dibuat oleh Blibli dan Boston Consulting Group disebutkan, UMKM yang telah go digital atau terhubung dengan platform digital, bisa menghasilkan pendapatan 1,1 kali lebih tinggi dari UMKM yang hanya eksis secara fisik.

Hal itu di kemukakan oleh ketua GP Ansor Kota Medan Muhammad Husain Tanjung pada saat menjadi pembicara pada acara Ngaji Literasi Digital Untuk Masyarakat Pelaku UMKM di aula kantor camat Medan Amplas Kamis 16 Maret 2023.
“UMKM online juga 2,1kali lebih berpeluang untuk menjual barang di skala nasional, dan 4,6 kali lebih berpeluang untuk mengekspor barang ke luar negeri,” ujarnya.
Namun demikian, Husein menjelaskan, terlepas dari keunggulan tersebut, baru 20 persen UMKM Indonesia yang telah melek digital. Oleh karenanya, hal tersebut dinilai menjadi tantangan yang perlu dihadapi oleh berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah.
“Meskipun mayoritas pelaku UMKM merasa puas dengan tingkat dukungan dari pemerintah saat ini, masih ada harapan dari para pelaku untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut,” kata dia.
Kegiatan ini adalah program kerjasama Kominfo RI melalui Dirjen Aptika Komifo RI dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Medan dan dihadiri oleh 100 peserta yang berasal dari masyarakat pelaku UMKM di kecamatan Medan Amplas.

Khairul Azhar Ritonga selaku pengamat ekonomi masyarakat yang juga menjadi salahsatu narasumber dalam acara tersebut mengatakan, “untuk mendorong digitalisasi UMKM Indonesia harus memfokuskan investasinya pada teknologi digital dan ekosistem pendukung (enabler).
“UMKM juga membutuhkan dukungan dan bimbingan agar dapat mengatasi tantangan demi mencapai kesuksesan bersama e commerce, termasuk dalam segi adopsi teknologi, branding, modernisasi produk lokal, dan sertifikasi” jelasnya.

Lebih lanjut menurutnya, sejumlah negara tengah memaksimalkan potensi UMKM melalui dukungan transformasi digital untuk mendapatkan hasil berupa pertambahan nilai ekonomi. Jepang misalnya, yang menargetkan peningkatan ekonomi sebesar 300 miliar dollar AS, dengan menggenjot digitalisasi UMKM dari 54 persen menjadi 84 persen pada 2024.
Dengan pemberian dukungan yang tepat, Indonesia bisa meningkatkan literasi digital UMKM dari 20 persen menjadi 50 persen pada tahun 2024. Langkah ini diperkirakan menghasilkan peningkatan ekonomi sebesar 38 miliar dollar AS, atau setara sekitar Rp 546,5 triliun “Sekaligus memperluas peluang ekonomi lainnya yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua Umum Himpunan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia M Ridho Lubis selaku narasumber ketiga pada acara tersebut mengatakan, “77 persen UMKM mempekerjakan komunitas lokal, dengan membuka antara satu sampai lima lapangan kerja bagi masyarakat setempat, efek pengganda ini membuktikan bahwa upaya pemberdayaan UMKM dengan teknologi digital akan membuka jalan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia”.
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin1




























































