Beranda HUKUM Putra Daerah Geram, Tambang Liar Merajalela Di Kab. Madina

Putra Daerah Geram, Tambang Liar Merajalela Di Kab. Madina

101
0

Sahabatnews.com-Madina Tambangan emas illegal di wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, terus berjalan. Hal ini membuat masyarakat resah melihat kerusakan lingkungan yang sangat memprihatinkan. Aliran sungai batang natal menjadi keruh karena limbah kerukan yang di buang ke aliran sungai.


Melihat keadaan ini seperti di biarkan membuat putra daerah asli Kabupaten Mandailing Natal geram, menurutnya masyarakat di daerah Kecamatan Batang Natal sampai Kecamatan Lingga Bayu hampir keseluruhannya menggunakan air sungai batang natal untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, “Jika dibiarkan terus menerus akan sangat berbahaya bagi mereka, pemerintah kabupaten Mandailing Natal harus bertanggung jawab, panggil itu camat Batang Natal dan camatan Lingga Bayu minta keterangan mereka, jangan biarkan isu yang beredar bahwa camat telah menerima setoran itu terus berhembus dan menjadi konsumsi publik.” Ujar Muslim Pulungan yang juga Ketua Demiosioner Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Utara (PW IPNU SUMUT).

Aktivitas penambangan liar ini terbukti telah merusak lingkungan dan berdampak pada rusaknya kehidupan habitat bawa air dan keseimbangan alam, Muslim Pulungan sangat menyayangkan pemerintah kabupaten dan pihak kepolisian khususnya Kapolda Sumatera Utara yang terkesan membiarkan perusakan alam ini “Kita tau persis bagaimana kerusakan di sepanjang sungai batang gadis, kita juga putra daerah yang artinya kita bagian dari masyarakat setempat yang hari ini menentang keras penambangan liar ini, untuk itu kami berharap pemerintah dan pihak kepolisian khususnya bapak kapolda sumatera utara untuk serius menangani permasalahan ini, tindak tegas siapapun pelaku penambangan liar ini, karena masa depan anak cucu kita nanti tergantung dengan keseriusan dari kalian menangani permasalahan ini di hari ini” sambung nya.

Ditempat terpisah Idham khalit aktivis Universitas Medan Area (UMA) yang juga tinggal di desa tersebut menjelaskan, ia telah melakukan investigasi ke beberapa daerah yang turut terkena dampak dari aktivitas penambangan liar tersebut.

“Perhatian khusus pemerintah sangat dibutuhkan dalam mengungkap aktor-aktor pemain dibalik layar tambang ilegal yang leluasa beraktivitas ini, atau memang ada oknum yang kebal hukum di negeri ini ?” ungkapnya dengan nada tinggi “terkhusus pada pemerintah kabupaten mandailing natal, baik itu DPRD, Bupati maupun Dinas terkait, dan Camat terkait kalau bukan kalian siapa lagi yang memperhatikan rakyat Mandailing Natal ini, apakah bencana alam banjir bandang kemarin tidak cukup menjadi pelajaran untuk kita berbenah ???” terangnya kepada wartawan sahabatnews.com sembari ngopi santai di salah satu café di bilangan Pancing, MMTC Medan, (Selasa, 12/01/2021) (Red/JL).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here