Sahabatnews.com-Medan| Pengukuhan Guru Besar yang baru di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) di warnai suasana keharuan, dikarenakan salah seorang Guru Besar yang seharusnya di kukuhkan Prof Dr Hj Hafsah, MA meninggal dunia beberapa waktu lalu, dan penyematan Guru Besar kepada almarhumah di sematkan Rektor UIN SU kepada salah seorang anak almarhumah Prof Hafsah, terlihat suasana sedih dan haru terlihat di wajah Rektor Prof Nurhayati dan keluarga almarhumah.
UIN SU kembali menorehkan sejarahnya sekaligus menegaskan eksistensinya sebagai Kampus berbasis nilai keberagaman dengan identitas Islam sebagai landasannya.
Hal ini terlihat, hasil kerja keras dan kerjasama seluruh warga civitas akademika UIN SU, Pimpinan Rektorat, Fakultas hingga instrumen pendukung Kampus lainnya, bersatu padu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pengajaran di Kampus Islam Negeri kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, ditandai lahirnya para Guru Besar baru yang di kukuhkan, pada Kamis (22/5) di Kampus I Jalan Sutomo Medan oleh Rektor Prof Dr Hj Nurhayati, M.Ag didampingi para Wakil Rektor, Dekan se kawasan UIN SU, Ketua Senat dan anggota senat lainnya, berlangsung sederhana sekaligus diliputi rasa haru.
Rektor UIN SU Prof Dr Hj Nurhayati,M.Ag dalam pidatonya kembali menegaskan, bahwa jabatan Guru Besar merupakan penghargaan negara atas dedikasi dan totalitas pengabdian lewat penelitian yang dilakukan para Guru Besar yang pada akhirnya memberi kemanfaatan bagi kehidupan bangsa lewat pendidikan dan terbentuknya generasi Indonesia yang cerdas, berkepribadian dan mampu beradaptasi dengan tantangan global.
“Jabatan Guru Besar ini merupakan tanggung jawab akademik bagi terbentuknya tatanan masyarakat yang berorientasi pada nilai dan sikap termanifestasi lewat pendidikan dan penelitian sebagai perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi,”ujar Rektor.
Disamping itu, penambahan Guru Besar baru di lingkungan UIN SU, lanjut Prof Nurhayati, sebagai sinyal bahwa UIN SU siap berkompetisi dalam percaturan global, dan sejalan dengan konsep UIN SU sebagai Kampus yang berbasis Smart Islamic University.
“Konsep Smart Islamic University merupakan bentuk penegasan warga civitas akademika UIN SU untuk menyongsong era kompetisi yang cukup ketat, kemajuan teknologi, digitalisasi informasi berbasis Arfiasial Inteligen dan berbagai tantangan itu harus dijawab tegas dengan kesiapan SDM UIN SU, adaptif dan terus melakukan peningkatan kualitas diri dengan belajar tanpa henti,”ucap Rektor memotivasi.
Dibagian akhir, Rektor berpesan kepada para Guru Besar yang hari ini di kukuhkan, agar tidak berpuas diri, masih panjang tantangan kehidupan di masyarakat menjadi tanggung jawab para akademisi bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang sejahtera, berkeadilan dan memberi kemanfaatan kepada semesta.
“Jabatan Guru Besar ini, merupakan pengakuan negara atas pengabdian para dosen lewat penelitian, sehingga memberi manfaat bagi umat, bangsa dan negara,”ungkap Rektor.
Dengan pengukuhan Guru Besar UIN SU ini, maka UIN SU saat ini sudah memiliki 58 orang Guru Besar atau Profesor.
Guru Besar baru yang di kukuhkan diantaranya,
- Prof. Dr. Ir. M Idris, M.P. (Fakultas Sains dan Teknologi)
- Prof. Dr. Chuzaimah Batubara, M.A. (FEBI)
- Prof. Dr. Muhammad Habibi Siregar, M.Ag. (FEBI)
- Prof. Dr. Nispul Khoiri, M.Ag. (FSH)
- Prof. Dr. Salim, M.Pd. (FITK)
- Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag. (FITK)
- Prof. Dr. Muhammad Faisal Hamdani, M.Ag. (FSH)
- Prof. Dr. Saparuddin, S.E.Ak., M.Ag. (FEBI)
- Prof. Dr. Sukiati, S.Ag., M.A. (FSH).
Pengukuhan Guru Besar Di Warnai Keharuan.
Pengukuhan Guru Besar (Profesor) UIN SU, diwarnai
suasana keharuan, seperti yang disampaikan Rektor saat penyampaian sambutannya dan berduka atas meninggalnya salah seorang Guru Besar UIN SU yang seyogianya hari ini di kukuhkan.
“Dengan qadha dan taqdirnya, Allah SWT memanggil satu Guru Besar kita Prof. Dr. Hafsah, MA beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, saya ingin mengajak kita semua untuk membacakan Al-Fatihah buat almarhumah, semoga Allah melipatgandakan amal salehnya terutama sebagai seorang akademisi dan mengampuni salah dan khilafnya. Li ruhi Prof. Dr. Hafsah, MA, laha Al-Fatihah,” ucap Rektor.
Penulis : Sahabatnews.com
Editor : Admin 1






























































